
FT:Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar membuka Festival Sate Tanjung di Lapangan Tioq Tata Tunaq, Tanjung (2/7/26).
Lombok Utara, Deadline.News – Festival Sate Tanjung yang dirangkaikan dengan pembukaan Pekan Kebudayaan Kabupaten Lombok Utara pada Kamis (2/7/26) menjadi momentum penting dalam memperkuat pelestarian budaya sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Lombok Utara di Lapangan Tioq Tata Tunaq, Kecamatan Tanjung, Kamis (2/7/2026), tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Lombok Utara.
Festival dibuka langsung oleh Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, SH., MH., dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.
Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Utara, Hj. Rohani Najmul Akhyar, didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Utara, Rr. Pungky Kusmaladi Syamsuri, serta Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta.
Di tengah semarak festival yang menampilkan kuliner khas dan ragam budaya daerah, Ketua GOW Kabupaten Lombok Utara, Rr. Pungky Kusmaladi Syamsuri, menilai kegiatan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar perayaan tahunan. Menurutnya, Festival Sate Tanjung merupakan ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan potensi daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku usaha lokal.
Ia mengatakan, budaya yang diwariskan para leluhur harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Festival Sate Tanjung membuktikan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi. Ketika masyarakat diberi ruang untuk menampilkan produk dan kreativitasnya, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM dan keluarga mereka. Ini menjadi semangat bersama agar masyarakat terus berkarya dan bangga menggunakan serta mempromosikan produk lokal Lombok Utara,” ujar Pungky.
Menurutnya, keberadaan festival semacam ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menghasilkan karya, mengembangkan usaha, serta menjaga kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pungky juga menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap mendukung berbagai program pemerintah daerah yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan, peningkatan kapasitas UMKM, dan pelestarian budaya lokal. Ia berharap semakin banyak perempuan dan generasi muda yang terlibat dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
“Semoga festival ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan jati diri budaya daerah. Ketika budaya tetap hidup dan UMKM terus berkembang, maka kesejahteraan masyarakat Lombok Utara juga akan semakin meningkat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, H. Muhamad Najib, M.Pd., mengatakan Festival Sate Tanjung dan Pekan Kebudayaan sengaja dirancang sebagai wadah memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Festival ini menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya dan kuliner khas daerah kepada masyarakat luas, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku UMKM dan masyarakat Lombok Utara,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, SH., MH., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, khususnya Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara beserta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan Festival Sate Tanjung dan Pekan Kebudayaan sebagai pembuka rangkaian Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Lombok Utara.
Menurut Najmul, peringatan hari jadi daerah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun Lombok Utara yang lebih maju dan berdaya saing.
“Hari ulang tahun daerah bukan hanya milik pemerintah, tetapi menjadi milik seluruh masyarakat Lombok Utara. Karena itu, saya ingin setiap rangkaian kegiatan benar-benar hadir di tengah masyarakat, memberikan ruang bagi budaya untuk tetap hidup, bagi pelaku UMKM untuk berkembang, dan bagi seluruh warga untuk merasakan manfaat pembangunan,” ujar Najmul.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen membangun Lombok Utara dengan bertumpu pada kekuatan lokal, mulai dari budaya, pariwisata, hingga potensi ekonomi masyarakat. Menurutnya, kemajuan daerah akan lahir ketika seluruh elemen masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkontribusi.
“Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat mampu menikmati hasil pembangunan, memperoleh kesempatan berusaha, dan bangga terhadap identitas budayanya sendiri. Ketika budaya kita terjaga, ekonomi rakyat bergerak, dan masyarakat hidup dalam kebersamaan, itulah keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya,” katanya.
Najmul juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara sebagai energi baru untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat.
“Mari kita rawat semangat kebersamaan ini. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, para tokoh, pemuda, perempuan, pelaku UMKM, hingga generasi muda untuk bersama-sama membawa Lombok Utara menjadi daerah yang maju, mandiri, berbudaya, dan semakin sejahtera,” ajaknya.
Dalam kesempatan tersebut, Najmul kembali menegaskan bahwa Sate Tanjung kini telah memperoleh Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai identitas kuliner khas Kabupaten Lombok Utara. Ia berharap pengakuan tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kualitas, melestarikan warisan leluhur, serta mengembangkan kuliner lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Warisan budaya adalah kekayaan yang tidak ternilai. Tugas kita bukan hanya menjaganya, tetapi juga mengembangkannya agar mampu memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Saya berharap Sate Tanjung ke depan dapat menjadi salah satu menu Program Makan Bergizi Gratis, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para pelaku usaha lokal dan masyarakat Lombok Utara,” tutup Najmul.




