
FT:Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Utara sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Lombok Utara, Rr. Pungky Kusmalahadi Syamsuri,(5/7/26).
MATARAM –Deadline.News- Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Utara sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Lombok Utara, Rr. Pungky Kusmalahadi Syamsuri, menghadiri puncak sekaligus penutupan Kemah Literasi Gerakan Literasi Tradisional (GELITRA) Nusa Tenggara Barat 2026 yang berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB, Minggu (5/7/2026).
Kemah Literasi GELITRA NTB 2026 sendiri diselenggarakan selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026, bertempat di Bumi Perkemahan Jakamandala, Kota Mataram. Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pegiat literasi, komunitas, guru PAUD, relawan, serta Bunda Literasi kabupaten/kota dalam memperkuat budaya baca berbasis kearifan lokal.
Pada kegiatan yang turut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Bunda Literasi Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, serta Bunda Literasi kabupaten/kota se-NTB tersebut, Rr. Pungky Kusmalahadi Syamsuri tampak mendampingi Bunda Literasi Provinsi NTB dalam rangkaian acara yang meliputi Gelar Gerakan Permainan Tradisional, Deklarasi Relawan GELITRA NTB, hingga peluncuran Gerakan Hibah Sejuta Buku (HIBAH SAKU).
Momentum tersebut menjadi penutup rangkaian Kemah Literasi GELITRA NTB yang telah berlangsung sejak 3 Juli 2026. Selain menjadi ajang penguatan budaya literasi, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi pemerintah, komunitas, pegiat literasi, guru PAUD, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berbasis budaya lokal.
Dalam sambutannya saat menutup kegiatan, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan bahwa penguatan literasi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, peningkatan budaya membaca dan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi berkelanjutan dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, hingga keluarga.
Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mengajak seluruh Bunda Literasi di kabupaten dan kota untuk terus menghadirkan inovasi literasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi menjadi instrumen membangun karakter, memperkuat budaya lokal, dan mempersiapkan generasi NTB agar mampu bersaing di tingkat global.
Menurutnya, permainan tradisional dan cerita rakyat perlu terus dihidupkan sebagai media belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus memperkuat identitas lokal. Selain itu, melalui Gerakan Hibah Sejuta Buku (HIBAH SAKU), masyarakat diajak bergotong royong memperluas akses terhadap bahan bacaan hingga menjangkau pelosok desa di seluruh NTB.
Kehadiran Ketua GOW Kabupaten Lombok Utara Rr. Pungky Kusmalahadi Syamsuri dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam mendukung program literasi yang berkelanjutan.
Sebagai Bunda Literasi Kabupaten Lombok Utara, Rr. Pungky menyatakan dukungannya terhadap berbagai program literasi yang mengedepankan kolaborasi, pelestarian budaya, serta peningkatan minat baca masyarakat sejak usia dini.
“Kami siap mendukung dan memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Lombok Utara melalui sinergi bersama pemerintah, sekolah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat. Literasi harus menjadi budaya yang tumbuh dari keluarga dan lingkungan sekitar agar mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta tetap mencintai budaya daerah,” ujarnya.
Melalui kegiatan GELITRA NTB 2026, diharapkan semangat kolaborasi yang telah dibangun mampu memperkuat gerakan literasi di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat, termasuk Kabupaten Lombok Utara, sehingga budaya membaca, pelestarian permainan tradisional, dan penguatan kearifan lokal semakin mengakar di tengah masyarakat.





