Pembangunan Saluran dan Rumah Pompa Nginden Intan Dimulai Juli 2026, Ditargetkan Atasi Genangan di Empat Kelurahan

SURABAYA, Deadline.News – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDBM) menggelar sosialisasi pekerjaan fisik pembangunan saluran dan Rumah Pompa Nginden Intan di Aula II Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Rabu (17/6/2026). Proyek ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mengurangi banjir dan genangan yang selama ini kerap melanda sejumlah kawasan di Kecamatan Sukolilo.

Sosialisasi dihadiri perwakilan DSDBM, Camat Sukolilo Muhammad Aries Hilmi, Lurah Nginden Jangkungan, Ketua LPMK, Ketua RW 09, Ketua RT 04, perwakilan STIKOSA AWS, SMK Prapanca 1, Gereja Bethany, kontraktor pelaksana PT Sarana Marga Perkasa, serta konsultan pengawas PT Ika Sejahtera.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa pembangunan saluran dan rumah pompa telah mendapat persetujuan dari seluruh pemangku kepentingan yang hadir. Pekerjaan dijadwalkan dimulai pada awal Juli 2026 dengan titik awal berada di area dalam Gereja Bethany. Proyek diperkirakan berlangsung hingga Juli 2027.
Camat Sukolilo Muhammad Aries Hilmi menjelaskan, pembangunan Rumah Pompa Nginden merupakan solusi untuk mengatasi genangan di empat kelurahan, yakni Medokan Semampir, Semolowaru, Nginden Jangkungan, dan Menur Pumpungan.
Menurutnya, kapasitas saluran yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung debit air, terlebih setelah beroperasinya rumah pompa baru di Kalibokor yang menyebabkan volume air di Kali Bener, khususnya kawasan Manyar Jaya, meningkat.
“Beberapa hari lalu warga bahkan menyampaikan banjir yang terjadi merupakan yang terparah selama ini. Selain dipengaruhi air pasang, salah satu penyebabnya adalah limpasan air dari wilayah Kalibokor,” ujarnya.
Aries mengatakan, keberadaan Rumah Pompa Nginden nantinya akan mengoptimalkan aliran air dari Kali Bener menuju Kali Jagir. Kawasan Nginden AWS yang menjadi salah satu titik terendah di wilayah tersebut diharapkan dapat mempercepat pembuangan air dari kawasan Kelampis, Menur hingga Medokan Semampir sehingga persoalan genangan dapat diminimalkan.
Dalam sosialisasi juga ditegaskan bahwa apabila selama proses pembangunan terjadi kerusakan pada bangunan di sekitar lokasi, baik rumah warga, sekolah, kampus, gereja maupun fasilitas lainnya, maka kontraktor pelaksana wajib melakukan perbaikan.
Sebelum pekerjaan pemasangan tiang pancang dimulai, tim pelaksana akan melakukan survei mitigasi untuk mendata kondisi bangunan di sekitar lokasi sebagai acuan apabila terjadi dampak selama proses konstruksi.
Aries menambahkan, apabila masyarakat menemukan kerusakan akibat proyek, warga dapat melaporkannya terlebih dahulu kepada pimpinan proyek. Jika tidak mendapat respons, laporan dapat disampaikan ke pihak kelurahan maupun kecamatan dengan melampirkan dokumentasi berupa foto melalui WhatsApp agar segera ditindaklanjuti.
Terkait kemungkinan penutupan jalan selama proyek berlangsung, Pemerintah Kota Surabaya memastikan akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Petugas juga akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas apabila diperlukan. Saat ini pekerjaan masih difokuskan di area internal sekitar Gereja Bethany sehingga belum mengganggu akses jalan umum.
Pembangunan saluran dan Rumah Pompa Nginden Intan dikerjakan oleh PT Sarana Marga Perkasa sebagai pelaksana dengan pengawasan PT Ika Sejahtera. Pemerintah berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu sehingga rumah pompa dapat beroperasi optimal untuk mengurangi genangan dan banjir yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat di wilayah Sukolilo. Selain itu, masyarakat juga diharapkan ikut mengawasi jalannya proyek agar pelaksanaannya berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi warga.





