Reses Bagas Iman Waluyo dari Gerindra Jadi Ajang Serap Aspirasi, Warga Keluhkan Sampah hingga Keamanan Kampung

FT: Bagas Iman Waluyo, S.H., anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Gerindra, saat menyampaikan aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di Jemursari, Surabaya, Jumat (9/10/2026).
SURABAYA | Deadline.News — Persoalan sampah, kebutuhan fasilitas lingkungan, keamanan kampung, hingga layanan BPJS menjadi sejumlah hal yang mengemuka dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Surabaya, Bagas Iman Waluyo, S.H., di Reso Joss Gandos, Jalan Raya Jemursari Nomor 15, Surabaya,
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut merupakan agenda Reses Jaring Aspirasi Masyarakat DPRD Kota Surabaya Tahun Sidang Ketiga, Masa Persidangan Pertama Tahun 2026. Bagas merupakan anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Kota Surabaya.
Dalam pertemuan yang dihadiri masyarakat dari sejumlah wilayah di daerah pemilihannya itu, Bagas menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan masyarakat kepadanya. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai reses terakhir bersama masyarakat pada tahun ini 2026.
Bagas memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari kebutuhan sarana lingkungan hingga persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama.
Menurutnya, reses menjadi salah satu kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan usulan secara langsung. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan untuk ditindaklanjuti sesuai tugas, kewenangan, dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Soroti Sampah dan Kebutuhan Tempat Pembuangan
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah penanganan sampah. Keterbatasan tempat pembuangan dinilai menjadi tantangan, terutama untuk mencegah warga membuang sampah sembarangan, termasuk di kawasan pantai.
Bagas menyatakan kesiapannya membantu masyarakat melalui penyediaan tong sampah. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Persoalan sampah, menurutnya, tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan. Ketersediaan sarana pembuangan dan kesadaran masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan tetap bersih.
Selain sampah, persoalan pemakaman turut menjadi perhatian. Bagas berharap masukan masyarakat mengenai kebutuhan lahan makam dan persoalan lingkungan lainnya dapat menjadi bahan pembahasan untuk mencari solusi yang sesuai.
Tim Bagas Jelaskan Persoalan BPJS
Dalam sesi penyampaian aspirasi, persoalan layanan BPJS juga menjadi salah satu hal yang dibicarakan warga.
Bagas menjelaskan bahwa BPJS bukan bidang yang ditanganinya secara langsung. Meski demikian, timnya turut memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai perbedaan fungsi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Tim Bagas menerangkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja sesuai ketentuan program yang berlaku. Sementara itu, BPJS Kesehatan memberikan jaminan pelayanan kesehatan untuk penyakit dan kondisi medis yang tercakup dalam aturan serta manfaat programnya.
Penjelasan tersebut diharapkan membantu warga memahami jenis perlindungan yang sesuai dengan kondisi masing-masing, termasuk ketika menghadapi persoalan pembiayaan pengobatan maupun pelayanan kesehatan.
Bantuan Pagar untuk PAUD dan Keamanan Kampung
Selain menyerap aspirasi, Bagas juga menyampaikan sejumlah bentuk bantuan yang diberikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Di antaranya bantuan pagar untuk sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) di wilayah Bulak. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah, khususnya bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar.
Bagas juga memberikan bantuan pagar untuk lingkungan kampung yang warganya kerap mengalami kehilangan sepeda motor. Pagar tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan keamanan lingkungan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan warga tidak selalu berupa pembangunan berskala besar. Fasilitas sederhana yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ingatkan Warga Tidak Mudah Terprovokasi Media Sosial
Dalam kesempatan itu, Bagas turut mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat menerima maupun menyebarkan informasi melalui media sosial.
Ia menyoroti maraknya informasi yang berpotensi memicu kesalahpahaman dan mengadu domba masyarakat. Karena itu, warga diminta tidak langsung mempercayai setiap kabar yang beredar, terlebih jika sumber dan kebenarannya belum jelas.
Masyarakat diimbau untuk memeriksa sumber informasi, membandingkannya dengan pemberitaan atau keterangan yang tepercaya, serta tidak terburu-buru menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Bagas berharap warga tetap menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah hubungan sosial di lingkungan mereka.
Aspirasi Diharapkan Berujung Tindak Lanjut
Melalui reses terakhir pada 2026 ini, Bagas berharap masyarakat terus aktif menyampaikan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Mulai dari sampah, kebutuhan fasilitas umum, keamanan kampung, hingga persoalan pelayanan publik, seluruh masukan dinilai penting untuk mengetahui kebutuhan warga secara langsung.
Ia juga berharap komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat tetap terjaga, sehingga aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan dalam pertemuan, tetapi dapat diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.
Bagi Bagas, kegiatan reses menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus menyampaikan persoalan yang memerlukan perhatian pemerintah. Harapannya, masukan yang terkumpul dapat menjadi dasar untuk mendorong solusi yang sesuai dengan kebutuhan warga Surabaya.



