Serba Serbi

Gathering di Trawas Sisakan Catatan, Peserta Keluhkan Fasilitas Villa Welirang WS

FT: nampak villa Welirang Trawas Mojokerto.

 

Deadline.News- MOJOKERTO,  Semestinya akhir pekan menjadi ruang untuk melepas penat. Tawa, canda, dan kehangatan antarrekan jurnalis mewarnai Family Gathering Komunitas Jurnalis Hukum (JURKUM) Jawa Timur yang digelar pada 18–19 Juli 2026 di Villa Welirang WS, Trawas, Mojokerto. Namun, di balik indahnya udara pegunungan, terselip cerita yang meninggalkan rasa kecewa.

Harapan menikmati kebersamaan sambil menyaksikan laga semifinal Piala Dunia pupus begitu saja. Dua unit televisi yang tersedia di villa ternyata tidak dapat digunakan. Rencana nonton bareng yang telah dinanti peserta pun berakhir tanpa siaran.

Kekecewaan itu tak berhenti di sana. Fasilitas Wi-Fi yang diharapkan tersedia juga tidak ditemukan. Beberapa peserta kemudian menyoroti kondisi kamar dan tempat tidur yang dinilai kurang nyaman, sementara sejumlah fasilitas tampak tidak terawat.

Yang paling menjadi perhatian adalah kondisi lantai dan area kolam. Sebelum rombongan datang, panitia mengaku telah menerima informasi bahwa kerusakan keramik maupun batu sudah diperbaiki. Namun saat tiba di lokasi, kenyataan berkata lain. Beberapa bagian lantai masih rusak dan dinilai berpotensi membahayakan tamu.

“Kami diberi informasi kalau kerusakan sudah diperbaiki. Ternyata masih ada keramik yang rusak. Bahkan sebelumnya pernah ada tamu yang mengalami luka ringan. Ditambah televisi yang tidak bisa menyala, akhirnya rencana nonton bareng gagal total,” ujar salah seorang panitia.

Sekitar 35 jurnalis yang mengikuti kegiatan tersebut sejatinya datang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan. Namun kondisi fasilitas yang dinilai tidak sesuai harapan menjadi bahan perbincangan sepanjang kegiatan berlangsung.

Di luar persoalan fasilitas, sebagian peserta juga mengaku merasakan suasana villa yang dianggap kurang nyaman. Berbagai cerita mengenai kesan “angker” pun bermunculan. Meski demikian, pengalaman tersebut bersifat subjektif dan tidak dapat dipastikan secara objektif.

Saat dikonfirmasi, pemilik Villa Welirang WS, Ika, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para tamu. Ia mengaku tidak mengetahui televisi dalam kondisi tidak berfungsi dan menilai penjaga villa kurang maksimal dalam menjalankan tugasnya.

“Saya juga tidak tahu kalau televisinya tidak jalan. Penjaganya memang sudah parah, mau saya pecat tapi kasihan istrinya sedang sakit. Mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanannya,” ujarnya.

Bagi para jurnalis, gathering bukan sekadar agenda rekreasi, melainkan ruang untuk memperkuat solidaritas. Karena itu, kenyamanan dan keamanan fasilitas menjadi bagian penting dari keberhasilan sebuah kegiatan. Panitia berharap pengelola villa melakukan evaluasi menyeluruh agar setiap tamu yang datang berikutnya memperoleh pelayanan yang layak, fasilitas yang berfungsi baik, serta lingkungan yang aman dan nyaman.

Buka Semuanya
Back to top button